judi online sbobet Maxbet Casino online,Judi Poker,Agen Bola,Judi Bola,Agen Sbobet

Agen Bola Timnas U-19 Hypnotize Couch dan Fun Conditioning

October 16, 2013 Berita Bolaberita sepak bola

Timnas U-19 Hypnotize Couch dan Fun Conditioning

Timnas U-19 Hypnotize Couch dan Fun Conditioning

Agen Bola – Tim Nasional U-19 beraksi gemilang tahun ini. Baru saja usai merampungkan gelarang Piala AFF U-19 atau dulu dikenal sebagai Tiger Cup, kini Tim nasional U-19 besutan pelatih jenius Indra Sjafri ini bersiap melanjutkan prestasi ke ajang putaran final Piala Asia 2013-14 di Myanmar Oktober tahun depan. Sebelumnya, Evan Dimas dan kawan-kawan dengan sempurna melewati tiga partai di babak penyisihan group G. Menggulung Laos dengan skor 4-0 di laga perdana, timnas garuda muda melanjutkan aksinya dengan menundukkan tim anak bawang Filipina melalui angka akhir 2-0. Di laga akhir, yang juga laksana pertaruhan hidup mati dengan Korea Selatan yang unggul agregat gol, Tim Nasional U-19 masih berhasil menang usai membekukan skor 3-2.

Kala itulah rakyat Indonesia bersorak dan memuja sang pelatih, Indra Sjafri dan si bomber yang dalam laga terakhir mencetak hat trick, Evan Dimas. Tapi taukah Anda bahwa pilar kesuksesan timnas U-19 bukan hanya Indra Sjafri, Evan Dimas, ataupun jajaran pemain timnas lain? “Saya di tim ini tidak lagi bekerja secara tradisional dalam menentukan keputusan. Semua tidak tergantung saya. Ada HPU, mental coach, pelatih fisik, fisioterapis, dokter dan lain-lain. Syukurlah saya didukung orang-orang hebat di tim ini,” ungkap Indra beberapa waktu lalu. Mari kita tengok sosok pelatih fisik timnas U-19. Mengikuti latihan fisik timnas U-19, tak perlu heran bila suasana yang didapat bukanlah menegangkan. Melelahkan memang, tapi lebih menonjol terlihat bahwa jajaran pemain bersenang-senang. Memang ‘fun conditioning’ adalah salah satu program latihan Nur Saelan.

Diungkap oleh Nur, sebenarnya semua pelatih fisik memiliki standar yang sama.  “Saya malah harus mencari metode melatih yang lain, salah satunya adalah bagaimana agar pemain tak enggan berlatih fisik. Bisa dikatakan bahwa saya harus menghipnotis anak didik saya. Untungnya dalam usai muda seperti ini mereka sangat mudah dilatih,” ungkap pelatih 49 tahun ini. “Intinya adalah kita ubah mindset mereka. Ya, kita brainwash. Kita tekankan bahwa latihan fisik itu tidak capek dan malah senang. Sekarang lama-lama mereka merasa latihan fisik bukan lah beban, tinggal kita arahkan untuk berpikir bahwa latihan fisik adalah kebutuhan,” urai pelatih yang telah 26 tahun menjadi pelatih ini.

Walau latihan fisik ala Nur berkesan menyenangkan, tapi ia tak melupakan tujuan-tujuan pentung yang untuk Garuda Muda. Salah satu metodenya adalah memberi soal matematika ringan yang ia teriakkan sebelum memulai adu sprint antar pemain. Ini bertujuan untuk melatih otak pemain dalam membuat keputusan cepat. “Ini untuk melatih respon mereka. Karena di pertandingan nanti, akan sering kali mereka harus memberi respon cepat,” Contoh lain adalah berbalas kata. Ketika Nur berkata “Bertahan”, maka pemain menjawan “pressing”, lalu “heading” akan dijawab “goool” sambil berlari dan lain-lain. Agen Bola