Ego Para Suporter Real Madrid

April 6, 2014 Berita Bolaberita sepak bola

Ego Para Suporter Real Madrid

Ego Para Suporter Real Madrid

Ego Para Suporter Real Madrid – Kota Madrid merupakan ibukota yang banyak dihuni oleh warga kelas menengah ke atas yang tentu memiliki ego yang sangat tinggi. Tidak terkecuali di dunia sepak bola yang mendapat tuntutan yang sangat tinggi. Salah satunya adalah Real Madrid yang wajib menampilkan permainan menawan dan pastinya menang. Cara meraih kemenangan tentu menjadi hal yang sangat penting. Lihat saja nasib Fabio Capello yang tidak ada pujian dilayangkan kepada pelatih asal Italia tersebut. Padalah mantan pelatih AC Milan tersebut memberikan sekaligus menghadirkan gelar La Liga pada musim ke 2 dirinya melatih El Real. Capello sendiri dinilai tidak menerapkan sepak bola indah. Cenderung lebih mementingkan hasil akhir dan terlalu bertahan.

Ego Para Suporter Real Madrid - Publik Madrid sendiri tidak terlalu peduli dengan omongan orang Real Madrid selalu jor-joran di aktifitas bursa transfer. Mereka tidak perduli dengan kecaman Michel Platini sang Presiden UEFA yang menganggap Madrid merusak pasar dengan membeli Bale dengan harga tinggi. Lihat saja terpilihnya Florentino Perez menjadi Presiden Real Madrid dimana ia selalu menawarkan kehadiran bintang dunia di Santiago Bernabeu ketika ia menjabat. Publik Madrid meamng selalu mengatakan bahwa Real Madrid adalah klub terbesar di dunia. Dan hanya para pemain besar dan pemain bintang yang berhak membela skuad El Real. Tidak boleh pemain sembarangan bermain untuk Los Merengues ini.

Ego Para Suporter Real Madrid - El Real seperti tidak perduli berapapun besar nilai transfer, mereka selalu siap dengan dana beasr yang pastinya selalu dilepas oleh El Real di setiap aktifitas jendela bursa transfer tersebut. Tidak perduli besaran nilai transfer tersebut, asalkan para bintang-bintang dunia tersebut mampu haidr dan juga menyajikan suguhan menawan di dunia lapangan hijau dan juga mampu meraih kemenangan dan gelar. Publik Madrid sendiri juga akan dengan mudah langsung menyalahkan para pemain Madrid yang dinilai menjadi biang dari kegagalan mereka. Sosok pelatih sering mendapatkan tanda FU dari para supporter El Real. Lihat saja Jose Mourinho tidak ditanggapi dengan positif dari publik Bernabeu. Ditambah lagi dengan sikap rendahan Mou kala berseteru dengan Tito Vilanova yang membuat para petinggi El Real Meradang.

Ego Para Suporter Real Madrid - Sementara untuk Carlo Ancelotti sendiri terlihat berjalan mulus. Ia mampu memastikan tampil di babak final Copa del Rey dan juga terus menjaga mimpi guna meraih La Decima dan juga berkesempatan meraih gelar juara La Liga. Raihan 2 kekalahan beruntun dan juga kekalahan dalam el clasico di Bernabeu langsung meluncurkan kata-kata negative dan kasar kepada para punggawa El Real. Meski mereka tidak menolak untuk memuji Messi dengan raihan rekornya. Dan kembali isyarat FU ditujukan ke arah punggawa Madrid. Namun bukan Ancelotti. Kali ini korbannya Diego Lopez. Dan jelas Lopes harus siap menjadi kambing hitam jika El Real gagal meraih gelar kembali.