judi online sbobet Maxbet Casino online,Judi Poker,Agen Bola,Judi Bola,Agen Sbobet

Taruhan Bola Pemain Terburuk Di Serie A

July 19, 2013 Berita Bolaberita sepak bola

PEMAIN TERBURUK DI SERIE A

Pemain Terburuk Di Serie A

Taruhan Bola – Sejak awal permainan sepakbola, pemain hanya digolongkan dalam dua kategori, pemain bagus dan jelek. Pemain bagus memerankan tugas mereka dengan baik, dan lebih hebat lagi jika bisa melebihi ekspektasi yang dibebankan bagi mereka. Pemain jelek, yah, melakukan tugas utama mereka saja tidak becus.

Jadi, pada musim 2012/13 Serie A yang baru saja berakhir, ada cukup banyak pemain dengan performa buruk juga menyebar merata di semua klub bersama para pemain bintang. Ada banyak lumpur di antara mutiara. Jadi, siapkan diri anda, inilah pemain terburuk di Serie A musim 2012/13 menurut Forza Italian Football

Antonio Nocerino (AC Milan)

Setelah mengalami musim perdana yang fantastik, tahun kedua Antonio Nocerino bersama AC Milan tidak berjalan lancar. Sepuluh gol dalam 35 pertandingan di Serie A merupakan raihan yang impresif, utamanya bagi seorang pemain tengah yang amat jarang mencetak gol (rekor terbaik keduanya adalah enam gol bersama Piacenza). Namun, hanya mencetak dua gol di musim lalu dalam 26 penampilan merupakan penurunan performa yang drastis, terlalu drastis. Banyak yang berpendapat bahwa kepergian Zlatan Ibrahimovic merupakan alasan anjloknya form Nocerino, dan hal itu mungkin saja benar. Ibra memberi banyak assist untuk gol-gol Nocerino dan beberapa malah berasal dari pantulan tendangan Ibra. Pada akhirnya, Nocerino sebelumnya memang hoki, dan dibantu seorang striker kelas dunia. Tentu saja catatan gol bukan yang terpenting, namun permainan Nocerino di sisi lain juga sama buruknya. Kemampuan mengumpannya menurun, dia menjadi kelemahan Milan saat bertahan, dan bisa dibilang skillnya Cuma rata-rata. Bila petinggi Milan bijak, mereka akan membiarkan Nocerino pergi, Milan bisa menggantinya dengan pemain lain yang jauh lebih baik.

Tommaso Rocchi (Inter)

Ada banyak kritik yang tidak fair tentang performa Tommaso Rocchi, karena, sebenarnya dia tidak memilih untuk tiba di Inter sebagai pengganti Diego Milito. Pada usianya yang sudah 35 tahun, Rocchi seharusnya tidak diharapkan membawa beban seberat itu di pundaknya sendirian. Namun hal itu tidak membuatnya lepas dari daftar ini. Rocchi merupakan pencetak gol yang konsisten di Lazio, berarti bahwa bila dia diberi servis yang baik dari pemain-pemain Inter yang lain, dia seharusnya bisa menyelesaikan berbagai kesempatan emas yang dia dapatkan. Sayangnya bagi Interisti, hal itu tidak terjadi. Rocchi mengakhiri musim hanya dengan catatan tiga gol dalam 13 penampilan bersama Nerazzurri. Dan meskipun lini depan mereka bermasalah, klub Milan itu sendiri berhasil mencetak 55 gol, cukup banyak untuk membuat mereka menjadi paling subur keenam di Serie A. Memang benar Rocchi sudah tidak muda lagi dan tidak didukung situasi yang kondusif, namun dia seharusnya bisa melakukan jauh lebih baik lagi. Taruhan Bola